Sejarah Taekwondo Aceh Besar

Taekwondo mulai dikenal di wilayah Aceh Besar sejak awal tahun 1990-an, dibawa oleh sejumlah tokoh olahraga yang sebelumnya aktif di Aceh Besar. Meskipun saat itu belum memiliki struktur kepengurusan resmi, aktivitas latihan dan pengenalan Taekwondo kepada generasi muda sudah berlangsung secara aktif di berbagai wilayah. Cabang olahraga bela diri asal Korea ini dengan cepat menarik minat karena kombinasi unsur seni, kedisiplinan, serta nilai-nilai sportivitas yang terkandung di dalamnya.

Perkembangan Taekwondo di Aceh Besar semakin terarah setelah secara resmi terbentuknya Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia (TI) Aceh Besar pada tahun 2001. Organisasi ini berada di bawah naungan Pengurus Provinsi TI Aceh dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Besar. Dengan terbentuknya kepengurusan resmi, pembinaan atlet dan pelatih menjadi lebih sistematis melalui program latihan di berbagai dojang (tempat latihan).

Hingga saat ini, terdapat 16 dojang aktif yang tersebar di berbagai kecamatan dalam wilayah Aceh Besar, termasuk di Ingin Jaya, Darul Imarah, Kuta Baro, dan sekitarnya. Setiap dojang memainkan peran penting dalam mencetak bibit-bibit atlet berbakat yang kemudian mewakili Aceh Besar dalam kejuaraan tingkat daerah, provinsi, hingga nasional.

Kini, Taekwondo Aceh Besar tidak hanya fokus pada pembinaan prestasi, tetapi juga turut aktif dalam pembentukan karakter generasi muda melalui program latihan reguler, kegiatan sosial, serta pelatihan kepelatihan dan wasit yang berkesinambungan.

Daftar Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia (TI) Aceh Besar sejak terbentuk resmi tahun 2001:

  • 2001–2005: H. Zamzami, AG
  • 2005–2009: Hamidi
  • 2009–2013: Muliadi
  • 2013–2017: Andriansyah, S.Ag., M.H
  • 2017–2021: Gunawan, S.E., M.M
  • 2021–2025: Ir. Darmansyah, S.T., M.Si., M.T
  • 2025–2029: Muhammad Makmun, S.Hi., M.H